Polresta Bandung Timur Garuk 19 Preman
Rab, 17th Februari 2010NASUTION,(GM)-
Sebanyak 19 preman dijaring dalam Operasi Amanusa yang digelar Polresta Bandung Timur, Selasa (16/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Operasi yang dipimpin Kepala Urusan Pembinaa Operasional Reskrim, Iptu M. Simangunsong itu menyisir seluruh kawasan Bandung Timur yang rawan aksi preman jalanan.
Beberapa titik rawan preman yang terkena razia antara lain Jln. A.H. Nasution, Jln. Rumah Sakit, Pasar Gedebage, perempatan Samsat, Bundaran Cibiru, dan Alun-alun Ujungberung.
“Operasi hari ini berhasil menjaring 4 calo parkir dan 15 pengamen, kebanyakan dari Cibiru. Saat ditangkap petugas, tidak ada yang melakukan perlawanan dan tidak ada yang membawa senjata,” kata Kapolresta Bandung Timur, AKBP Drs. Victor Manoppo melalui Kasatreskrim, AKP Djamudin Pasaribu.
Djamudin menyatakan, operasi serupa telah digelar sejak 13 Februari dan akan dilakukan rutin selama satu bulan. Operasi ini merupakan bentuk antisipasi pihak kepolisian terhadap tindak kejahatan yang sering terjadi di jalanan. Pasalnya, tidak sedikit perilaku kriminal berangkat dari tindakan premanisme.
Dalam operasi tersebut, mereka yang terjaring banyak yang masih di bawah umur dan tidak memiliki tanda pengenal. Mereka pun sebelumnya pernah digaruk dalam operasi serupa oleh jajaran Polresta Bandung Timur.
“Mereka berulah sebagai calo, tukang parkir liar, dan pengamen, tapi kerap meresahkan masyarakat dan pengguna jalan. Karena, ada unsur paksaan ketika meminta uang kepada masyarakat, di samping membuat tidak nyaman karena menimbulkan kemacetan,” papar Djamudin.
Setelah terjaring, preman-preman jalanan tersebut diberi pengarahan dan didata, namun tidak dimasukkan ke sel tahanan.
“Mereka tidak akan ditahan. Tetapi mereka akan diberi pengarahan oleh pihak kepolisian mengenai tindakan-tindakan mereka yang melanggar hukum agar mereka tahu apa kesalahannya. Diharapkan mereka tidak mengulangi tindakannya,” tandasnya.













